loading...
LIPUTAN BERITA LOMBOK -
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pihak maskapai
penerbangaan Lion Air serta Badan Narkotika Nasional (BNN) agar dapat
serius menangani RS (30), seorang pilot berkewarganegaraan India yang
mengkonsumsi narkoba.
Diketahui, selain RS terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis hashish. Pilot asal India bekerja pada sebuah maskapai penerbangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga didapati barang bukti 5,03 gram hashish, kemarin (22/6/2017).
Diketahui, selain RS terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis hashish. Pilot asal India bekerja pada sebuah maskapai penerbangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu juga didapati barang bukti 5,03 gram hashish, kemarin (22/6/2017).
![]() |
| BNN |
"Kalau bicara persoalan itu kita konsisten untuk menyerahkannya sesuai prosedur, kepada BNN," ujar Budi Karya, usai mengecek situasi arus mudik di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Jumat (23/6/2017).
Baca juga:
- H-3 Idul Fitri 1438 Hijriah Penumpang Bandara Lombok Meningkat 15 Persen
- Bea Cukai Mataram Sita Ratusan HP di Bandara Lombok Saat TKI Pulang Mudik
- Posko Mudik di Jalur Lombok-Sumbawa Disediakan PLN
Dengan kembali tejadinya kasus pilot mengkonsumsi Narkoba, Budi pun tak dapat menanggapi dan berkomentar banyak terkait fenomena tersebut.
"Kalau saya ingin bicara yang manis-manis. Kalau yang kecut-kecut tinggalin dulu," ucapnya.
Namun sebagai pejabat instansi negara yang membidangi beragam tranformasi umum itu, Budi pun berharap, agar pihak penegak hukum dapat menegakan hukum yang berlaku.
"Saya minta Lion Air bisa lakukan itu dengan serius. Dan juga BNN, marilah kita memikirkan yang positif ini bisa berlangsung dengan baik," ungkapnya.
